Palangka Raya – Ditlantas Polda Kalteng gelar pemberian tali asih dan Operasi Katarak gratis dalam rangka Hari lalu lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 yang berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka raya, Selasa (15/9/2026).

Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan dalam memeriahkan Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71.

“Kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara dan dalam kesempatan ini Ditlantas berbagi kebahagiaan kepada Masyarakat sebagai rasa syukur dan terus berkomitmen untuk semakin baik dengan bertambahnya usia Polantas sebagai pelindung mengayom dan pelayan Masyarakat khususnya dalam bidang lalu lintas,” tutur Dirlantas.

Kepada para penerima manfaat operasi katarak gratis, Dirlantas berpesan agar tetap semangat, optimistis, serta mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan oleh tim kesehatan demi kelancaran tindakan medis.
Ia berharap, melalui operasi tersebut para pasien dapat kembali menikmati penglihatan yang lebih baik sehingga mampu menjalani kehidupan dengan lebih sehat, bahagia bersama keluarga, serta semakin produktif dalam beraktivitas.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan Tali asih kepada 30 pasien penerima manfaat operasi katarak gratis.
Usai acara pembukaan, Dirlantas meninjau langsung pelayanan di Poli Mata Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya guna memastikan kesiapan fasilitas dan pelayanan yang diberikan kepada para peserta operasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Tengah Ny. Maya Iwan Kurniawan, Bhayangkari, para dokter spesialis mata, serta seluruh tenaga medis yang terlibat dalam pelaksanaan operasi katarak gratis tersebut. (MDC)

Palangka Raya – Informasi masyarakat kembali mengantarkan personel Satresnarkoba Polresta Palangka Raya pada pengungkapan dugaan peredaran narkotika. Seorang pria berinisial MA (26) diamankan di sebuah barak kawasan Jalan Ahmad Yani Gang Tirta, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Dari lokasi tersebut, polisi menemukan 38 paket yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor sekitar 11 gram. Puluhan paket tersebut ditemukan dalam kondisi telah dikemas dan disimpan menggunakan satu plastik klip besar yang dimasukkan ke dalam dua plastik klip sedang.

Kasatresnarkoba Polresta Palangka Raya AKP Yonika Winner Te’dang, S.T., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan bermula ketika pihaknya menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 12.00 WIB mengenai dugaan aktivitas transaksi narkotika yang dilakukan oleh MA. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan pemantauan oleh personel di lapangan.

Setelah memastikan keberadaan terduga pelaku, tim bergerak menuju barak yang berada di Jalan Ahmad Yani Gang Tirta. MA diamankan saat berada di lokasi tersebut. Dalam pemeriksaan tempat tertutup yang disaksikan warga sekitar, petugas kemudian menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

Selain 38 paket diduga sabu, polisi turut menyita dua plastik klip sedang, satu plastik klip besar, satu sendok sabu, satu unit telepon genggam OPPO A5I warna ungu, serta uang tunai Rp550 ribu yang diduga merupakan hasil penjualan narkotika. Seluruh barang tersebut ditemukan di lantai barak dan diakui oleh MA sebagai miliknya.

“Kami akan terus menindaklanjuti setiap informasi masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika. Pengungkapan ini juga akan kami kembangkan untuk mengetahui sumber maupun kemungkinan keterlibatan pihak lain,” tegas AKP Yonika mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna, S.I.K., M.H.

Selanjutnya, MA bersama seluruh barang bukti dibawa ke Mapolresta Palangka Raya untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. Dalam perkara ini, tersangka disangkakan Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika subsider Pasal 609 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.(b1b)

Palangka Raya – Satresnarkoba Polresta Palangka Raya kembali mengungkap dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu dengan mengamankan seorang pria berinisial P (34), Senin (14/9/2026) sore. Dari tangan terduga pelaku, petugas menyita satu paket sabu dengan berat kotor sekitar 3,23 gram.

Pengungkapan tersebut dilakukan di Jalan Mahir Mahar Lingkar Luar, tepatnya di depan Warung Kopi Mama Rizal, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan terduga pelaku kerap melakukan transaksi narkotika di wilayah tersebut.

Kasatresnarkoba Polresta Palangka Raya AKP Yonika Winner Te’dang, S.T., M.H., mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, personel segera melakukan penyelidikan dan pemantauan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan warga setempat, petugas menemukan satu paket diduga sabu yang dibungkus menggunakan tisu putih dan disimpan di saku celana sebelah kanan pelaku. Selain itu, turut diamankan satu buah sedotan yang telah dipotong runcing yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

“Kapolresta Palangka Raya menegaskan bahwa Polresta Palangka Raya berkomitmen memberantas peredaran gelap narkotika hingga ke tingkat pengedar. Keberhasilan ini juga menjadi bukti pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi kepada kepolisian untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas narkoba,” ujar AKP Yonika.(b1b)

PALANGKA RAYA —Kanderang Tingang. Kekompakan DPD Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kalimantan Tengah mendapat apresiasi dari Gubernur Kalteng Agustiar Sabran setelah turut mengambil bagian dalam kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).13/9/2026.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran AWPI Kalteng bersama pemerintah daerah ikut membantu membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko paparan asap, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengapresiasi kepedulian dan kekompakan AWPI Kalteng yang tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial terhadap kondisi masyarakat.

Menurutnya, menghadapi kabut asap diperlukan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga dukungan organisasi masyarakat, insan pers, dunia usaha dan berbagai pihak sangat dibutuhkan.

“Kita harus bersama-sama menjaga kesehatan masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, kepedulian dan kebersamaan semua pihak sangat penting,” ujar Agustiar Sabran.
Sementara itu, Ketua DPD AWPI Kalteng Hadriansyah mengatakan, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian AWPI terhadap masyarakat sekaligus dukungan moral kepada pemerintah daerah dalam menghadapi dampak karhutla.

“AWPI bukan hanya hadir melalui pemberitaan, tetapi juga ingin mengambil bagian secara nyata membantu masyarakat. Masker yang kami bagikan mungkin sederhana, tetapi ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat,” katanya.

Hadriansyah menegaskan, insan pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat, terutama mengenai kondisi kualitas udara, kesehatan, serta imbauan pemerintah selama kabut asap berlangsung.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, media massa, organisasi masyarakat dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Kekompakan harus kita jaga. Pemerintah bekerja menangani karhutla, masyarakat menjaga lingkungan, sementara pers ikut mengawal sekaligus menyampaikan informasi yang benar dan menyejukkan kepada publik,” pungkasnya.

Senada, Pembina AWPI Kalteng M. Hasannudin Noor, M.Si. menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan jajaran AWPI Kalteng yang ikut hadir memberikan kepedulian kepada masyarakat di tengah kondisi kabut asap.

“Kebersamaan dan kepedulian seperti ini harus terus kita tumbuhkan. AWPI tidak hanya memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat hadir secara nyata ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan kepedulian,” ujar M. Hasannudin Noor.

Menurutnya, pembagian masker merupakan langkah sederhana, namun memiliki makna besar sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pemerintah dalam menghadapi dampak karhutla.

“Mari kita jaga kesehatan masyarakat, jangan panik, tetapi tetap waspada. Pemerintah, pers, organisasi masyarakat dan seluruh elemen daerah harus bersatu menghadapi kabut asap. Inilah semangat gotong royong yang harus kita pertahankan di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.(Pilodi/KT).

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (0.37777779, 0.37777779);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (0, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;

Pulang Pisau ,MBO.

Pelaksanaan upacara ritual tiwah agama hindu kaharingan di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau telah berlangsung sejak 15 Juni – 13 September 2026. Dan Tabuh merupakan puncak acara Tiwah yang disebut Tabuh 1 Sabtu (12/9/26) dan Tabuh 2 pada Minggu (13/9/26).Pada Tabuh 1 panitia mengorbankan 1 (satu) ekor Kerbau dan pada Tabuh 2 mengorbankan 2(dua) ekor hewan Kerbau. Ketua Panitia Upacara Ritual Tiwah Ito Madae saat ditemui di rumah keluarga mengatakan bahwa upacara Tiwah di Desa Tahawa ini berlangsung sejak 15 Juni sampai dengan 13 September 2026 telah dilaksanakan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan setiap hari sampai pada puncak acara Tabuh
Adapun nama – nama Liau yang di tiwahkan berjumlah 6 (enam) orang ,yaitu :
1.Marincen ,jenis kelamin perempuan ,adalah dari anggota tiwah Bandae alamat Desa Tahawa 2.Atuk Dahiang ,3 Nuri Bulli ,4.Nucil Atuk ,5.Lia Lagun dan 6.Duris Nikel ,kelimanya dari keluarga anggota tiwah Untung yang beralamat di Desa Pambarunan.
Dan setelah Tabuh 1 ,Sabtu (12/9/26) dan Tabuh 2 ,Minggu (13/9/26) ,maka seluruh rangkaian kegiatan akan diakhiri pada 24 Seotember 2026 dengan kegiatan penutup ,Basir buli huma masing- masing .(Bahrudin/MBO).

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (0.37777779, 0.37777779);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (0, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;

Pulang Pisau media kanderangtingang.com

Pelaksanaan upacara ritual tiwah agama hindu kaharingan di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau telah berlangsung sejak 15 Juni – 13 September 2026. Dan Tabuh merupakan puncak acara Tiwah yang disebut Tabuh 1 Sabtu (12/9/26) dan Tabuh 2 pada Minggu (13/9/26).Pada Tabuh 1 panitia mengorbankan 1 (satu) ekor Kerbau dan pada Tabuh 2 mengorbankan 2(dua) ekor hewan Kerbau. Ketua Panitia Upacara Ritual Tiwah Ito Madae saat ditemui di rumah keluarga mengatakan bahwa upacara Tiwah di Desa Tahawa ini berlangsung sejak 15 Juni sampai dengan 13 September 2026 telah dilaksanakan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan setiap hari sampai pada puncak acara Tabuh
Adapun nama – nama Liau yang di tiwahkan berjumlah 6 (enam) orang ,yaitu :
1.Marincen ,jenis kelamin perempuan ,adalah dari anggota tiwah Bandae alamat Desa Tahawa 2.Atuk Dahiang ,3 Nuri Bulli ,4.Nucil Atuk ,5.Lia Lagun dan 6.Duris Nikel ,kelimanya dari keluarga anggota tiwah Untung yang beralamat di Desa Pambarunan.
Dan setelah Tabuh 1 ,Sabtu (12/9/26) dan Tabuh 2 ,Minggu (13/9/26) ,maka seluruh rangkaian kegiatan akan diakhiri pada 24 Seotember 2026 dengan kegiatan penutup ,Basir buli huma masing- masing .(Bahrudin/Mahardika).

Pulang Pisau ,Madia Kanderangtingang.com

Pelaksanaan upacara ritual tiwah agama hindu kaharingan di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau telah berlangsung sejak 15 Juni – 13 September 2026. Dan Tabuh merupakan puncak acara Tiwah yang disebut Tabuh 1 Sabtu (12/9/26) dan Tabuh 2 pada Minggu (13/9/26).Pada Tabuh 1 panitia mengorbankan 1 (satu) ekor Kerbau dan pada Tabuh 2 mengorbankan 2(dua) ekor hewan Kerbau. Ketua Panitia Upacara Ritual Tiwah Ito Madae saat ditemui di rumah keluarga mengatakan bahwa upacara Tiwah di Desa Tahawa ini berlangsung sejak 15 Juni sampai dengan 13 September 2026 telah dilaksanakan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan setiap hari sampai pada puncak acara Tabuh
Adapun nama – nama Liau yang di tiwahkan berjumlah 6 (enam) orang ,yaitu :
1.Marincen ,jenis kelamin perempuan ,adalah dari anggota tiwah Bandae alamat Desa Tahawa 2.Atuk Dahiang ,3 Nuri Bulli ,4.Nucil Atuk ,5.Lia Lagun dan 6.Duris Nikel ,kelimanya dari keluarga anggota tiwah Untung yang beralamat di Desa Pambarunan.
Dan setelah Tabuh 1 ,Sabtu (12/9/26) dan Tabuh 2 ,Minggu (13/9/26) ,maka seluruh rangkaian kegiatan akan diakhiri pada 24 Seotember 2026 dengan kegiatan penutup ,Basir buli huma masing- masing .(Bahrudin/Mahardika).

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (0.37777779, 0.37777779);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (0, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;

Pulang Pisau ,media kanderangtingang com.

Pelaksanaan upacara ritual tiwah agama hindu kaharingan di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau telah berlangsung sejak 15 Juni – 13 September 2026. Dan Tabuh merupakan puncak acara Tiwah yang disebut Tabuh 1 Sabtu (12/9/26) dan Tabuh 2 pada Minggu (13/9/26).Pada Tabuh 1 panitia mengorbankan 1 (satu) ekor Kerbau dan pada Tabuh 2 mengorbankan 2(dua) ekor hewan Kerbau. Ketua Panitia Upacara Ritual Tiwah Ito Madae saat ditemui di rumah keluarga mengatakan bahwa upacara Tiwah di Desa Tahawa ini berlangsung sejak 15 Juni sampai dengan 13 September 2026 telah dilaksanakan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan setiap hari sampai pada puncak acara Tabuh
Adapun nama – nama Liau yang di tiwahkan berjumlah 6 (enam) orang ,yaitu :
1.Marincen ,jenis kelamin perempuan ,adalah dari anggota tiwah Bandae alamat Desa Tahawa 2.Atuk Dahiang ,3 Nuri Bulli ,4.Nucil Atuk ,5.Lia Lagun dan 6.Duris Nikel ,kelimanya dari keluarga anggota tiwah Untung yang beralamat di Desa Pambarunan.
Dan setelah Tabuh 1 ,Sabtu (12/9/26) dan Tabuh 2 ,Minggu (13/9/26) ,maka seluruh rangkaian kegiatan akan diakhiri pada 24 Seotember 2026 dengan kegiatan penutup ,Basir buli huma masing- masing .(Bahrudin/Mahardika).

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (0.37777779, 0.37777779);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (0, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;

Pulang Pisau ,Mahardika.com

Pelaksanaan upacara ritual tiwah agama hindu kaharingan di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau telah berlangsung sejak 15 Juni – 13 September 2026. Dan Tabuh merupakan puncak acara Tiwah yang disebut Tabuh 1 Sabtu (12/9/26) dan Tabuh 2 pada Minggu (13/9/26).Pada Tabuh 1 panitia mengorbankan 1 (satu) ekor Kerbau dan pada Tabuh 2 mengorbankan 2(dua) ekor hewan Kerbau. Ketua Panitia Upacara Ritual Tiwah Ito Madae saat ditemui di rumah keluarga mengatakan bahwa upacara Tiwah di Desa Tahawa ini berlangsung sejak 15 Juni sampai dengan 13 September 2026 telah dilaksanakan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan setiap hari sampai pada puncak acara Tabuh
Adapun nama – nama Liau yang di tiwahkan berjumlah 6 (enam) orang ,yaitu :
1.Marincen ,jenis kelamin perempuan ,adalah dari anggota tiwah Bandae alamat Desa Tahawa 2.Atuk Dahiang ,3 Nuri Bulli ,4.Nucil Atuk ,5.Lia Lagun dan 6.Duris Nikel ,kelimanya dari keluarga anggota tiwah Untung yang beralamat di Desa Pambarunan.
Dan setelah Tabuh 1 ,Sabtu (12/9/26) dan Tabuh 2 ,Minggu (13/9/26) ,maka seluruh rangkaian kegiatan akan diakhiri pada 24 Seotember 2026 dengan kegiatan penutup ,Basir buli huma masing- masing .(Bahrudin/Mahardika).

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (0.37777779, 0.37777779);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (0, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;

Pulang Pisau ,Mahardika.com

Pelaksanaan upacara ritual tiwah agama hindu kaharingan di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau telah berlangsung sejak 15 Juni – 13 September 2026. Dan Tabuh merupakan puncak acara Tiwah yang disebut Tabuh 1 Sabtu (12/9/26) dan Tabuh 2 pada Minggu (13/9/26).Pada Tabuh 1 panitia mengorbankan 1 (satu) ekor Kerbau dan pada Tabuh 2 mengorbankan 2(dua) ekor hewan Kerbau. Ketua Panitia Upacara Ritual Tiwah Ito Madae saat ditemui di rumah keluarga mengatakan bahwa upacara Tiwah di Desa Tahawa ini berlangsung sejak 15 Juni sampai dengan 13 September 2026 telah dilaksanakan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan setiap hari sampai pada puncak acara Tabuh
Adapun nama – nama Liau yang di tiwahkan berjumlah 6 (enam) orang ,yaitu :
1.Marincen ,jenis kelamin perempuan ,adalah dari anggota tiwah Bandae alamat Desa Tahawa 2.Atuk Dahiang ,3 Nuri Bulli ,4.Nucil Atuk ,5.Lia Lagun dan 6.Duris Nikel ,kelimanya dari keluarga anggota tiwah Untung yang beralamat di Desa Pambarunan.
Dan setelah Tabuh 1 ,Sabtu (12/9/26) dan Tabuh 2 ,Minggu (13/9/26) ,maka seluruh rangkaian kegiatan akan diakhiri pada 24 Seotember 2026 dengan kegiatan penutup ,Basir buli huma masing- masing .(Bahrudin/Mahardika).