mediakanderangtingang@gmail.com

Palangka Raya – Polsek Rakumpit memastikan sarana dan prasarana (sarpras) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam kondisi siap digunakan.

Pengecekan dilakukan terhadap peralatan pemadaman untuk memastikan seluruhnya berfungsi dengan baik saat dibutuhkan di lapangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla, khususnya di wilayah Kecamatan Rakumpit.

“Seluruh sarpras kami cek dan pastikan dalam kondisi prima agar dapat segera digunakan ketika terjadi Karhutla,” tegas Kapolsek Rakumpit Iptu Didik Suhardianto mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna, S.I.K., M.H., Kamis (24/9/2026).

Selain pengecekan peralatan, personel juga diingatkan untuk selalu siap bergerak apabila menerima laporan adanya titik api.

Dengan kesiapan personel dan sarpras, Polsek Rakumpit terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayahnya.
(dk_reborn168)

https://Kanderangtinging.id com-/
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat menyusul kondisi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Kasat Lantas Polres Gunung Mas Iptu Eko Erry Setiawan, S.H., M.H., CPHR., mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., mengingatkan pengendara agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika melintas di tengah kondisi jarak pandang yang terbatas.

“Jika jarak pandang terbatas akibat kabut asap, pengendara harus lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu kendaraan sebagai tanda keberadaan kendaraan,” imbau Iptu Eko.
Menurutnya, kondisi kabut asap dapat mengganggu jarak pandang sehingga pengendara perlu menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan. Pengendara juga diminta menjaga jarak aman dan meningkatkan konsentrasi selama perjalanan.

Iptu Eko menegaskan, masyarakat tidak perlu memaksakan diri berkendara apabila kondisi di jalan sudah tidak memungkinkan atau dinilai membahayakan keselamatan.
“Selalu patuhi aturan lalu lintas untuk menjaga keselamatan bersama,” tegasnya.

Selain menyasar keselamatan berlalu lintas, pembagian masker juga menjadi bagian dari upaya kepolisian mengingatkan masyarakat agar melindungi kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.

Satlantas Polres Gunung Mas mengimbau warga menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, khususnya saat kabut asap masih menyelimuti wilayah tertentu.
Pengendara juga diingatkan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak, menggunakan lampu saat jarak pandang menurun, mengurangi kecepatan dan tidak melakukan manuver yang berisiko.

Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Gunung Mas berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas dan perlindungan kesehatan dapat terus meningkat selama kondisi kabut asap masih berlangsung.
(pilodi/kanderangtungang)

Palangka Raya- Direktorat Lalu Lintas Polda Kalteng menggelar syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71 Tahun 2026 di Hedung Graha Bhayangkara Polda Kalteng, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 Wib ini mengusung tema “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si.
, Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha, PJU Polda Kalteng, 5 pilar FLLAJ, Forum kebangsaan, Komunitas, Bhayangkari dan seluruh personel Ditlantas Pilda Kalteng.

Dalam sambutan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Wibowo yang dibacakan Kapolda Kalteng, disampaikan bahwa perjalanan 71 tahun Korps Lalu Lintas Polri menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang harus terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan kebutuhan publik.
Sambutan tersebut juga menekankan peningkatan profesionalisme anggota, pemanfaatan teknologi, kualitas pelayanan serta penguatan kemitraan dengan masyarakat. Polantas diharapkan memberikan pelayanan dan penegakan hukum secara humanis, responsif dan berintegritas.

Di bidang pelayanan, pemanfaatan teknologi dan data menjadi salah satu perhatian, termasuk digitalisasi pelayanan, pengembangan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), modernisasi registrasi dan identifikasi kendaraan serta integrasi sistem.
Penggunaan teknologi tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan lalu lintas yang lebih mudah, cepat, transparan dan akuntabel.
Sementara dalam penegakan hukum, Kakorlantas menekankan bahwa tindakan kepolisian di bidang lalu lintas tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelanggaran. Penegakan hukum juga diarahkan untuk mencegah pelanggaran, meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendukung keselamatan berlalu lintas.

Kapolda juga mengingatkan personel Polantas agar menjaga integritas, profesionalisme dan kehormatan institusi dalam menjalankan tugas. Pelayanan kepada masyarakat diminta dilakukan dengan mengedepankan kepedulian serta kemudahan bagi pengguna layanan.

Pada kesempatan yang sama, Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur kepada tuhan atas bertambah usianya Polisi Lalu Lintas, dan kegiatan ini pun diikuti secara daring oleh seluruh Polres Jajaran Polda Kalteng melalui sarana Zoom guna bersama mendengarkan Amanat Kakorlantas Polri yang dibacakan oleh Bapak Kapolda.

Di Kalimantan Tengah, momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71 menjadi bagian dari upaya Ditlantas Polda Kalteng untuk meningkatkan pelayanan dan membangun budaya tertib serta keselamatan berlalu lintas.
Pada momen ini juga Ditlantas memberikan Hadiah Kepada para pemenang lomba dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang diikuti oleh seluruh kabupaten seperti Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat mahasiswa serta pelajar, lomba video pendek dan lomba mural. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemotongan Kue dan tumpeng sebagai bentuk syukuran atas peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71.

Palangka Raya – Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah terus dilakukan secara terpadu. Meski sejumlah titik api berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan pembasahan karena potensi bara api di bawah permukaan lahan gambut masih dapat menghasilkan asap.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., saat mengikuti dialog PrimeTime News bertajuk “Stop Karhutla Kalteng, Cegah dan Tangani Bersama” melalui Zoom, Selasa (22/9/2026).

Dalam dialog tersebut, Kapolda menjelaskan bahwa kondisi kabut asap masih dirasakan, khususnya di Kota Palangka Raya. Polda Kalteng bersama jajaran Satgas Karhutla terus melakukan pemantauan untuk mendeteksi titik-titik kebakaran maupun lokasi yang menghasilkan asap.

“Untuk sementara perlu kami informasikan bahwa titik api hampir bisa kita padamkan. Tinggal saat ini yang kita lakukan adalah melakukan pembasahan karena ini adalah lahan gambut,” ujar Kapolda.

Menurutnya, karakteristik lahan gambut membuat penanganan kebakaran tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan. Api masih dapat bertahan di bawah permukaan tanah sehingga diperlukan proses pembasahan secara menyeluruh untuk mencegah munculnya kembali api dan mengurangi asap.

“Walaupun api di atas sudah padam, masih ada api-api yang ada di bawah dan itu cukup banyak menghasilkan asap yang bisa berdampak kurang baik untuk kesehatan dan juga situasi lingkungan,” jelasnya.

Kapolda menegaskan, penanganan Karhutla di Kalteng dilakukan secara bersama-sama melalui Satgas yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah hingga unsur masyarakat.

Satgas tersebut bekerja di tingkat provinsi maupun kabupaten dengan pembagian tugas yang telah disiapkan untuk menghadapi potensi Karhutla, termasuk melakukan pemadaman dan pembasahan selama 24 jam melalui sistem pembagian shift.

“Intinya, Satgas yang sudah dibentuk di Provinsi Kalimantan Tengah ini bekerja bersama, bersinergi, berkolaborasi, dan sudah dibagi semua tugas-tugasnya, dan bekerja selama 24 jam,” ungkapnya.

Selain penanganan saat kebakaran terjadi, Kapolda mengatakan upaya pencegahan juga telah dilakukan sejak awal melalui pembinaan dan edukasi kepada masyarakat.

Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala desa serta unsur terkait lainnya dilibatkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Menurut Kapolda, pencegahan harus terus dilakukan secara masif dengan membangun kesadaran masyarakat. Namun, upaya tersebut juga perlu dibarengi dengan solusi agar masyarakat memiliki alternatif dalam membuka lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.

“Pembinaan masyarakat harus kuat sehingga memiliki kesadaran untuk tidak membakar lahan,” tegasnya.

Ke depan, lanjut Kapolda, penanganan Karhutla juga perlu diperkuat melalui berbagai langkah antisipasi, seperti pembangunan kanal, embung, sumur bor di titik rawan, hingga menara pemantau.

Selain itu, diperlukan inovasi dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk membantu masyarakat dalam pembukaan lahan dengan cara yang lebih aman dan tidak menggunakan api.

“Bagaimana caranya masyarakat ini disadarkan supaya tidak membakar, tetapi juga perlu diakomodir bagaimana masyarakat bisa membuka lahan dengan cara yang mungkin kita bersama-sama dengan bantuan pemerintah dan stakeholder membantu masyarakat. Sehingga mereka tidak membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya.

Polda Kalteng bersama seluruh unsur Satgas Karhutla memastikan upaya pencegahan, pemadaman, pembasahan dan edukasi masyarakat terus berjalan sebagai bagian dari langkah bersama untuk menekan dampak Karhutla terhadap lingkungan, kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Kapuas – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, mendampingi Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, menggelar rapat koordinasi (Rakor) penguatan operasi darat dan udara penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas, Selasa (22/9/2026).

Rakor yang digelar di Posko Penanganan Karhutla Kabupaten Kapuas tersebut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Bupati Kapuas, serta pimpinan Satgas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan.

Dalam arahannya, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menekankan pentingnya penguatan operasi darat sebagai ujung tombak pemadaman Karhutla, khususnya di lahan gambut yang masih menyimpan bara api di bawah permukaan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa BNPB siap mendukung penuh kebutuhan operasional Satgas darat, mulai dari logistik, peralatan pemadaman, hingga dukungan anggaran agar proses pemadaman dan pembasahan dapat berjalan maksimal selama 24 jam.

Selain penguatan operasi darat, pemerintah pusat juga memastikan dukungan operasi udara melalui pengerahan pesawat dan helikopter water bombing untuk pemadaman dari udara di titik-titik api yang sulit dijangkau Satgas darat.

Tak hanya itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga akan dioptimalkan untuk memancing turunnya hujan di wilayah Kalimantan Tengah sebagai upaya mempercepat pembasahan lahan gambut.

Ditempat yang sama, Kapolda Kalteng menegaskan bahwa Polda Kalteng siap mendukung penuh kolaborasi operasi darat dan udara tersebut.

“Operasi darat dan udara harus berjalan beriringan. Kami dari Polda Kalteng telah membagi personel dalam sistem shift untuk pemadaman dan pembasahan mendalam (cooling down), sementara dari udara kita dukung dengan water bombing dan OMC agar penanganan lebih efektif,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menambahkan, patroli gabungan dan penegakan hukum akan terus diperkuat untuk mencegah munculnya titik api baru dan memberikan efek jera bagi pelaku pembakaran lahan.

“Melalui Rakor ini, diharapkan sinergitas seluruh Satgas semakin solid, sehingga penanganan Karhutla di Kabupaten Kapuas dan wilayah Kalimantan Tengah secara umum dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan terkendali,” demikian Kapolda.

Palangka Raya – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama TNI, BPBD dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus mengintensifkan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya.

Salah satunya pemadaman di kawasan Jalan Manduhara Ujung yang berada dekat kawasan strategis Taman Nasional Sebangau, permukiman warga, dan Bandara Tjilik Riwut.

Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan menerapkan cairan X-Fire untuk mengoptimalkan proses pemadaman. Penggunaan cairan tersebut diharapkan mempercepat pemadaman sekaligus menghemat penggunaan air di lapangan.

Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan, hari ini kegiatan dipimpin langsung Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan dan Aslog Kapolri Irjen Pol Suwondo Nainggolan serta tim pemadaman dari tingkat provinsi hingga MPA melaksanakan pemadaman di area Jalan Manduhara Ujung.

“Pemadaman dilakukan sebagai langkah untuk mengamankan kawasan yang dinilai memiliki kepentingan strategis, khususnya kawasan Taman Nasional Sebangau, permukiman masyarakat Kota Palangka Raya, dan area sekitar Bandara Tjilik Riwut,” ujar Kombes Budi.

“Kami bekerja sama dengan Aslog Polri dalam rangka menerapkan cairan X-Fire untuk mengoptimalkan proses pemadaman Karhutla,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan cairan X-Fire membuat proses pemadaman lebih optimal dan efisien, terutama di musim kemarau ketika ketersediaan air menjadi kendala utama.

“Efektifnya bisa memadamkan api lebih optimal, kemudian efisien karena penggunaan air lebih hemat atau lebih sedikit,” katanya.

Terkait kendala di lapangan, Kombes Budi menambahkan ketersediaan air menjadi tantangan tersendiri.

“Di musim kemarau saat ini, khususnya wilayah Palangka Raya, memang kendalanya adalah ketersediaan air untuk pemadaman,” ungkapnya.

Untuk menentukan lokasi, tim memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi). Data tersebut menjadi acuan untuk pengecekan dan pemetaan langsung di lapangan.

“Kami melihat lokasi-lokasi mana saja yang menjadi hotspot, kemudian melakukan pengecekan dan pemetaan riil di lapangan. Apabila menemukan titik api, kami melakukan upaya pemadaman,” pungkasnya.

Di akhir kegiatan, Kabidhumas mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, apalagi pada musim kemarau, karena akan dikenakan sanksi hukum, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Laporkan juga apabila ada yang menemukan pelaku yang sengaja melakukan tindak pidana Karhutla. Mari kita bersatu padu menangani Karhutla demi Kalteng bebas asap, aman dan sehat untuk kita semua,” demikian Budi. (adji/supri)

Palangka Raya- Dalam rangka menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Kalteng menggelar kegiatan donor darah di Aula Arya Dharma Polda Kalteng, Kamis(17/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti personel Polda Kalteng, Ditlantas, TNI, serta sejumlah mitra dan masyarakat, termasuk pengemudi ojek online. Kegiatan donor darah turut didukung oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Palangka Raya.

Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan kegiatan donor darah tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus momentum untuk memperkuat semangat kemanusiaan dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.

“Donor darah ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata kami kepada masyarakat. Setetes darah yang kita berikan mudah-mudahan dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Dirlantas.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti donor darah juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dengan berbagai elemen masyarakat dan mitra kerja, sehingga semangat kebersamaan dan kepedulian dapat terus ditumbuhkan.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Ditlantas Polda Kalteng berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui ketersediaan stok darah bagi mereka yang membutuhkan. (MDC)

Palangka Raya – Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Asisten Logistik (Aslog) Kapolri Irjen Pol Suwondo Nainggolan meninjau langsung proses pemadaman dan pendinginan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jalan Maduhara, Kelurahan Sabaru, Kota Palangka Raya, Rabu (16/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda bersama Aslog Kapolri melihat langsung upaya Satgas Karhutla melakukan pemadaman sekaligus pendinginan pada area terdampak kebakaran, khususnya di lahan gambut.

Pemadaman dan pendinginan dilakukan dengan menggunakan cairan X-Fire, yang merupakan bantuan dari Aslog Kapolri. Cairan tersebut digunakan untuk mempercepat penanganan api sekaligus mencegah munculnya kembali titik api, terutama di lahan gambut yang apinya dapat menjalar di bawah permukaan.

Kapolda Kalteng mengatakan, penanganan Karhutla tidak hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga memastikan area yang telah terbakar benar-benar aman melalui proses pendinginan.

“Pemadaman dan pendinginan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan Karhutla, khususnya di lahan gambut. Kita pastikan titik-titik yang sudah dipadamkan tidak kembali menyala,” ujarnya.

Irjen Iwan menegaskan, sinergi seluruh unsur Satgas Karhutla menjadi kunci dalam penanganan Karhutla. Selain pemadaman, langkah pencegahan dan pemantauan wilayah rawan Karhutla juga terus dilakukan.

Polda Kalteng bersama stakeholder terkait berkomitmen mengoptimalkan penanganan Karhutla agar kebakaran segera terkendali dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan.

“Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor jika menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla,” tutup Kapolda.

Palangka Raya – Direktorat Polairud Polda Kalimantan Tengah menemukan lima liferaft yang diduga milik KM Virgo Transport 8 di perairan sekitar Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Rabu (16/9/2026).

Dirpolairud Polda Kalteng Kombes Pol Dony Eka Putta, SIK, MH, mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, penemuan tersebut bermula dari informasi warga yang menemukan liferaft bertuliskan Virgo Transport 8 di sekitar perairan desa setempat.

“Pada hari ini kami menerima informasi dari warga Desa Sungai Perlu terkait penemuan liferaft yang diduga milik KM Virgo Transport 8,” kata Dony.

Ia menjelaskan, tiga personel Ditpolairud Polda Kalteng bersama seorang anggota Babinsa kemudian menuju lokasi sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan sepeda motor melalui jalur pantai.

Akses menuju lokasi cukup sulit karena kondisi jalan dipengaruhi pasang surut air laut. Tim tiba sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung melakukan penyisiran di sekitar perairan.

“Dari hasil penyisiran, kami menemukan lima liferaft milik KM Virgo Transport 8 dalam posisi yang berjauhan,” ujarnya.

Dony mengatakan, kelima liferaft tersebut untuk sementara diamankan di Posko Karhutla Desa Sungai Perlu karena keterbatasan sarana pengangkutan. Tim selanjutnya kembali ke Kuala Pembuang sekitar pukul 16.00 WIB dan tiba dengan aman pada pukul 18.30 WIB.

“Besok tim gabungan Ditpolairud Polda Kalteng, Basarnas, dan Pos AL Kuala Pembuang akan menuju lokasi untuk mengambil serta mengamankan liferaft tersebut guna penanganan lebih lanjut,” kata Dony.

PALANGKA RAYA – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, pihaknya menggunakan cairan pemadam api X-Fire yang merupakan inovasi dari Asisten Logistik Mabes Polri, untuk melakukan pembasahan di lahan gambut yang masih terdapat bara api.

“Hari ini kita lakukan di Jalan Manduhara ujung, Kota Palangka Raya dan hasilnya benar-benar efektif. Api yang ada di lahan gambut benar-benar padam,” katanya, usai melakukan penyemprotan cairan X-Fire, di Jalan Manduhara, Rabu (16/9/2026) sore.

Dia mengungkapkan, kebakaran di lahan gambut memerlukan penanganan ekstra, sebab meskipun api di permukaan tanah telah padam, namun api di dalam lahan gambut masih menyala sehingga menimbulkan kabut asap yang tebal.

Menurut Iwan, penggunaan X-Fire dalam pembasahan tersebut menunjukkan hasil efektif karena api dapat segera padam setelah cairan disiramkan atau diinjeksi ke area gambut, sekaligus mengurangi asap yang keluar dari bawah permukaan.

“Jadi mudah-mudahan dengan mekanisme ini bukan hanya sekadar kita memadamkan api, tetapi kita juga bisa tuntas untuk memadamkan bara api yang ada di bawah lahan gambut ini sehingga tidak menimbulkan asap yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Iwan mengatakan Asisten Logistik Mabes Polri Irjen Pol Suwondo Nainggolan turut memantau pelaksanaan pembasahan karhutla di Kalteng sekaligus menyiapkan penerapan teknologi X-Fire secara mandiri di daerah.

Polda Kalteng telah menyiapkan tempat untuk produksi cairan tersebut dan personel akan mendapatkan pembelajaran agar dapat memproduksi X-Fire sendiri, sehingga kebutuhan cairan pemadam tidak sepenuhnya bergantung pada distribusi dari Mabes Polri.

“Jadi kedepan pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah dapat lebih efektif dan efisien,” ungkapnya.

Sementara itu, Ahli Slog Polri, Prof Saputra yang didampingi Dr. Sigit dan Bapak Anton mengatakan X-Fire sebelumnya telah digunakan dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau sebelum diterapkan di Kalimantan Tengah.

“Dari apa yang sudah kita lakukan pada tiga provinsi sebelumnya, hasilnya sangat efektif dan mampu memadamkan secara tuntas api-api yang terbakar beserta asap yang timbul. Mudah-mudahan untuk Kalimantan Tengah sendiri kita bisa melakukan hal yang sama,” katanya.

Saputra menjelaskan X-Fire terdiri dari dua bahan utama, yakni surfaktan dan tapioka yang telah dipolimerisasi. Surfaktan berfungsi membawa air masuk ke pori-pori gambut sehingga proses pendinginan dapat berlangsung di bagian dalam gambut.

Menurut dia, air tetap menjadi unsur utama dalam proses pemadaman, sedangkan surfaktan membantu membuat air tidak hanya berada di permukaan tetapi dapat masuk lebih jauh ke dalam gambut.

“Setelah air masuk ke dalam pori-pori gambut, tapioka yang telah dipolimerisasi berfungsi menjaga suhu di dalam gambut yang telah terisi air tetap stabil pada kondisi rendah,” jelasnya.

Pada tahap berikutnya, bahan tersebut juga membantu menutup permukaan gambut sehingga oksigen dari atas sulit masuk ke dalam dan memicu kembali pembakaran.

Saputra mengatakan X-Fire memiliki dua tipe, yakni X-Fire 01 dan 02 yang penggunaannya disesuaikan dengan tahapan penanganan api. Untuk pemadaman api di permukaan, satu galon X-Fire dapat dicampurkan dengan 1.000 liter air dan bahkan hingga 3.000 liter air.

Setelah api permukaan berhasil dipadamkan, tim berikutnya melakukan penyisiran untuk mencari sisa titik api yang biasanya ditandai dengan munculnya asap.

“Pada tahap inilah konsentrasi X-Fire ditingkatkan. Atau yang kita sebut X-Fire tipe 02,” ungkapnya.

Saputra menyebut 1.000 liter air dapat menjangkau area minimal sekitar 1.000 meter. Sementara kedalaman gambut yang pernah ditangani tim berbeda di setiap wilayah, dengan kedalaman di Riau mencapai sekitar delapan meter dan di Sumatera Selatan sekitar empat meter.

Kondisi tersebut menunjukkan penanganan api di lahan gambut membutuhkan proses lanjutan karena bara dapat berada cukup jauh di bawah permukaan dan tetap berpotensi menimbulkan asap setelah api di atasnya padam.

“Jadi tahapannya adalah pertama kita matikan dulu api, kemudian ada tim yang bergerak mencari sisa-sisa titik api. Biasanya setelah itu mati, esok harinya kita minta ada tim yang menyisir sisa-sisa dari api yang mungkin tinggal sedikit, tapi itu tetap harus kita matikan,” ujar Saputra.

Proses tersebut, kata dia, umumnya berlangsung sekitar 24 jam sehingga lokasi yang telah dipadamkan tidak langsung ditinggalkan. Penyisiran lanjutan diperlukan untuk memastikan sisa bara tidak kembali menyala dan menghasilkan asap.

“Jadi proses ini biasanya berlangsung sekitar 24 jam. Dalam arti kita tidak hanya setelah mematikan ini kita tinggalkan, itu relatif nanti akan menyala kembali, biasanya,” kata Saputra.