mediakanderangtingang@gmail.com

Palangka Raya – Polsek Bukit Batu melakukan pemantauan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di objek wisata alam Batu Banama, Kelurahan Tangkiling.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan pengunjung serta mencegah potensi gangguan keamanan di area wisata.

Petugas Polsek berinteraksi dengan pengunjung dan pengelola objek wisata, memberikan imbauan tentang pentingnya menjaga keamanan bersama.

Kapolsek Bukit Batu Ipda M. Hafiizh Ramadhan menyatakan, pihaknya ingin memastikan bahwa pengunjung merasa aman dan nyaman saat berwisata.

“Kerjasama antara pihak kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam menjaga Kamtibmas,” ungkap Kapolsek mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., Sabtu (25/7/2026).

Melalui pemantauan ini, diharapkan pengunjung dapat menikmati keindahan alam dengan tenang, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan di tempat umum.
(dk_reborn168)

Palangka Raya – Polsek Bukit Batu Polresta Palangka Raya melaksanakan kegiatan sambang dengan mendatangi warga di Kelurahan Sei Gohong guna menyampaikan pesan kamtibmas.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan lingkungan tetap kondusif.

“Melalui kegiatan sambang ini kami mengajak masyarakat agar terus menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap situasi di sekitar tempat tinggal masing-masing,” kata Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafiizh Ramadhan mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., Sabtu (25/7/2026).

Dalam kegiatan itu, personel menyampaikan imbauan agar warga selalu waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas maupun tindak kriminalitas.

Masyarakat juga diingatkan untuk menjalin komunikasi yang baik antarwarga dan segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal yang mencurigakan.

Melalui sambang kamtibmas tersebut, Polsek Bukit Batu berharap sinergi bersama masyarakat semakin kuat sehingga keamanan dan ketertiban dapat terus terjaga.
(dk_reborn168)

Palangka Raya – Personel Polsek Pahandut bersama tim gabungan melaksanakan pengecekan titik hotspot sekaligus pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Jalan Danau Rangas Ujung, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.

Setelah menerima informasi adanya hotspot, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Di lokasi, personel menemukan lahan terbakar disertai gumpalan asap yang masih keluar dari area gambut.

“Setiap informasi terkait hotspot langsung kami tindak lanjuti bersama instansi terkait. Penanganan cepat dilakukan untuk mencegah api meluas ke area lainnya,” ujar Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto, Sabtu (25/7/2026).

Berdasarkan keterangan warga, kebakaran telah terjadi sekitar dua pekan lalu. Api diduga kembali muncul dari bara di dalam lahan gambut dan kemudian merambat ke semak belukar di sekitarnya.

Tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan mesin pompa dengan memanfaatkan sumber air dari parit dan selokan. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar empat hektare.

Polsek Pahandut bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan hingga dipastikan api benar-benar padam serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
(dk_reborn168)

PULANG PISAU – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalimantan Tengah meninjau Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi kebakaran.

“Kami ingin memastikan seluruh personel dan peralatan siap digunakan. Setiap informasi terkait karhutla harus segera ditindaklanjuti agar kebakaran tidak meluas,” kata Iwan.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda menegaskan seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Karhutla agar selalu sigap merespons setiap laporan maupun titik panas yang terdeteksi di lapangan. Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan meminimalkan dampak kebakaran.

Kapolda juga meminta seluruh personel terus memperkuat koordinasi dan memaksimalkan patroli di wilayah rawan karhutla sehingga setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.

“Saya juga mengingatkan seluruh personel agar selalu mengutamakan keselamatan saat bertugas di lapangan. Penanganan harus dilakukan secara maksimal, tetapi faktor keselamatan tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Kapolda berharap seluruh personel Satgas Karhutla tetap menjaga kesiapsiagaan dan bekerja secara optimal bersama seluruh instansi terkait agar kebakaran di Tumbang Nusa dapat segera dikendalikan serta tidak meluas ke wilayah lain.

PULANG PISAU – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalimantan Tengah meninjau Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi kebakaran.

“Kami ingin memastikan seluruh personel dan peralatan siap digunakan. Setiap informasi terkait karhutla harus segera ditindaklanjuti agar kebakaran tidak meluas,” kata Iwan.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda menegaskan seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Karhutla agar selalu sigap merespons setiap laporan maupun titik panas yang terdeteksi di lapangan. Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan meminimalkan dampak kebakaran.

Kapolda juga meminta seluruh personel terus memperkuat koordinasi dan memaksimalkan patroli di wilayah rawan karhutla sehingga setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.

“Saya juga mengingatkan seluruh personel agar selalu mengutamakan keselamatan saat bertugas di lapangan. Penanganan harus dilakukan secara maksimal, tetapi faktor keselamatan tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Kapolda berharap seluruh personel Satgas Karhutla tetap menjaga kesiapsiagaan dan bekerja secara optimal bersama seluruh instansi terkait agar kebakaran di Tumbang Nusa dapat segera dikendalikan serta tidak meluas ke wilayah lain.

PULANG PISAU – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalimantan Tengah meninjau Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi kebakaran.

“Kami ingin memastikan seluruh personel dan peralatan siap digunakan. Setiap informasi terkait karhutla harus segera ditindaklanjuti agar kebakaran tidak meluas,” kata Iwan.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda menegaskan seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Karhutla agar selalu sigap merespons setiap laporan maupun titik panas yang terdeteksi di lapangan. Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan meminimalkan dampak kebakaran.

Kapolda juga meminta seluruh personel terus memperkuat koordinasi dan memaksimalkan patroli di wilayah rawan karhutla sehingga setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.

“Saya juga mengingatkan seluruh personel agar selalu mengutamakan keselamatan saat bertugas di lapangan. Penanganan harus dilakukan secara maksimal, tetapi faktor keselamatan tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Kapolda berharap seluruh personel Satgas Karhutla tetap menjaga kesiapsiagaan dan bekerja secara optimal bersama seluruh instansi terkait agar kebakaran di Tumbang Nusa dapat segera dikendalikan serta tidak meluas ke wilayah lain.

PALANGKA RAYA – Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, membeberkan kronologi lengkap penyerangan yang menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.
Keterangan tersebut disampaikan Kapolda dalam konferensi pers di Aula Arya Dharma, Mapolda Kalimantan Tengah, Kamis (23/7/2026), di hadapan puluhan jurnalis dari berbagai media.
Menurut Kapolda, insiden bermula ketika tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penindakan terhadap terduga pelaku jaringan narkotika. Saat proses berlangsung, personel kepolisian mendapat perlawanan dari pelaku yang dibantu anggota keluarga dan kelompoknya.
Situasi kemudian berkembang menjadi anarkis setelah satu orang perempuan meneriakkan provokasi dengan menyebut anggota Polri sebagai “perampok” sambil mengacungkan senjata tajam jenis parang. Teriakan tersebut memicu kedatangan massa lain hingga jumlah penyerang semakin banyak.
Irjen Pol Iwan Kurniawan menjelaskan, dalam kondisi yang semakin tidak terkendali, personel memilih mundur demi menghindari jatuhnya korban dari kalangan masyarakat.
“Pertimbangannya, kita menghindari jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban. Jadi anggota kami memutuskan untuk mundur dan tindakan mundurnya dilakukan dengan terjun ke sungai,” ujar Kapolda.
Kapolda mengungkapkan, para personel kemudian berenang sekitar 400 meter hingga mencapai pulau-pulau kecil di tengah sungai. Di lokasi itu mereka sempat berkumpul kembali dan mendapati beberapa anggota mengalami luka.
Namun, penyerangan diduga terus berlanjut. Kelompok pelaku disebut melakukan pengejaran melalui dua jalur, yakni darat dan sungai menggunakan perahu kelotok.
Dalam perkembangan penyidikan, Kapolda menyampaikan bahwa tiga terduga pelaku utama telah diamankan di Kalimantan Timur oleh Bareskrim Polri. Ketiganya sempat diperiksa di Jakarta sebelum diserahkan kepada Polda Kalimantan Tengah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Kenapa kita bisa tahu bahwa itu dilakukan tindakan kekerasan? Karena ada beberapa saksi yang sudah kita amankan. Di situ menerangkan bahwa pada waktu salah satu pelaku kembali ke rumah, dia sempat mengatakan bahwa dia sudah menghabisi anggota Polri itu,” ungkap Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Kapolda menegaskan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Ia juga mengimbau para pelaku yang masih yburon agar segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
( pld )

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (0.51944447, 0.51944447);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;

PALANGKA RAYA – Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, membeberkan kronologi lengkap penyerangan yang menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.
Keterangan tersebut disampaikan Kapolda dalam konferensi pers di Aula Arya Dharma, Mapolda Kalimantan Tengah, Kamis (23/7/2026), di hadapan puluhan jurnalis dari berbagai media.
Menurut Kapolda, insiden bermula ketika tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penindakan terhadap terduga pelaku jaringan narkotika. Saat proses berlangsung, personel kepolisian mendapat perlawanan dari pelaku yang dibantu anggota keluarga dan kelompoknya.
Situasi kemudian berkembang menjadi anarkis setelah satu orang perempuan meneriakkan provokasi dengan menyebut anggota Polri sebagai “perampok” sambil mengacungkan senjata tajam jenis parang. Teriakan tersebut memicu kedatangan massa lain hingga jumlah penyerang semakin banyak.
Irjen Pol Iwan Kurniawan menjelaskan, dalam kondisi yang semakin tidak terkendali, personel memilih mundur demi menghindari jatuhnya korban dari kalangan masyarakat.
“Pertimbangannya, kita menghindari jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban. Jadi anggota kami memutuskan untuk mundur dan tindakan mundurnya dilakukan dengan terjun ke sungai,” ujar Kapolda.
Kapolda mengungkapkan, para personel kemudian berenang sekitar 400 meter hingga mencapai pulau-pulau kecil di tengah sungai. Di lokasi itu mereka sempat berkumpul kembali dan mendapati beberapa anggota mengalami luka.
Namun, penyerangan diduga terus berlanjut. Kelompok pelaku disebut melakukan pengejaran melalui dua jalur, yakni darat dan sungai menggunakan perahu kelotok.
Dalam perkembangan penyidikan, Kapolda menyampaikan bahwa tiga terduga pelaku utama telah diamankan di Kalimantan Timur oleh Bareskrim Polri. Ketiganya sempat diperiksa di Jakarta sebelum diserahkan kepada Polda Kalimantan Tengah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Kenapa kita bisa tahu bahwa itu dilakukan tindakan kekerasan? Karena ada beberapa saksi yang sudah kita amankan. Di situ menerangkan bahwa pada waktu salah satu pelaku kembali ke rumah, dia sempat mengatakan bahwa dia sudah menghabisi anggota Polri itu,” ungkap Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Kapolda menegaskan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Ia juga mengimbau para pelaku yang masih yburon agar segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

GUNUNG MAS, Kalteng Hingga hampir satu bulan sejak kejadian, Unit Satlantas Polres Gunung Mas belum berhasil mengungkap kasus tabrak lari yang menewaskan seorang bocah berusia 12 tahun di Desa Kampuri, Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 19 Juni 2026 sekitar pukul 12.30 WIB.

Keluarga Turun Langsung Telusuri TKP
Pihak keluarga korban bersama kuasa hukumnya, Robertus Martin Tuah, S.H., turun langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan kronologi. Tim juga melakukan pengecekan rekaman CCTV di beberapa titik di Desa Kampuri dan menelusuri rekaman kamera pengawas di sepanjang rute yang diduga dilalui kendaraan pelaku saat melarikan diri.Selain itu, keluarga juga meminta keterangan dari warga dan saksi-saksi yang berada di sekitar TKP saat kejadian.

Kuasa Hukum Desak Penjelasan Polisi
Setelah melakukan kunjungan resmi ke lokasi didampingi sejumlah awak media, Robertus Martin Tuah mendatangi Unit Satlantas Polres Gunung Mas untuk meminta penjelasan terkait perkembangan penyidikan.

“Sejauh ini kami menilai belum ada tindakan konkret dari pihak kepolisian. Keluarga korban berhak mendapat kepastian hukum dan kejelasan proses penyidikan kasus ini,” ujar Robertus kepada wartawan, kamis 23 Juli 2026.

Ia menegaskan, keluarga korban mendesak agar kasus ini segera ditangani serius dan transparan. Menurutnya, bukti CCTV dan keterangan saksi yang sudah dikumpulkan bisa menjadi petunjuk penting untuk mengungkap identitas pelaku.

Polisi Belum Beri Keterangan Resmi
Hingga berita ini dipublikasikan, Unit Satlantas Polres Gunung Mas belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tabrak lari tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian warga Desa Kampuri dan sekitarnya. Masyarakat berharap pelaku segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Reporter
Editor:

Palangka Raya – Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Palangka Raya, Polda Kalteng, Kompol Hermanto, S.H. berkesempatan untuk memimpin apel pagi yang dilaksanakan kesatuannya, Selasa (21/7/2026) pagi.

Apel pagi dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB di Mapolresta Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km. 3,5, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang dihadiri oleh para Pejabat Utama, Perwira beserta personel Bintara dan ASN Polri.

Sejumlah amanat disampaikan oleh Kasatlantas dengan berdasarkan atensi dari Kapolresta, Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K. M.H., salah satunya mengingatkan agar senantiasa menjadi pelopor keselamatan lalu lintas.

“Sebagai seorang anggota Polri kita wajib untuk menjadi pelopor keselamatan lalu lintas, yang berarti senantiasa menjadi teladan dan contoh baik bagi masyarakat dalam berlalu lintas,” tuturnya.

Kompol Hermanto pun menegaskan agar seluruh personel dapat senantiasa mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara, khususnya terkait penggunaan perlengkapan standar dan memperhatikan kelaikan kendaraan.

“Selalu memakai helm SNI dan menyalakan lampu utama bagi pengendara sepeda motor serta menggunakan sabuk pengaman untuk pengemudi mobil, kemudian pastikan juga selalu membawa kelengkapan surat-surat berkendara yakni SIM dan STNK,” tegasnya.

“Jangan sampai karena kelalaian saat berlalu lintas mengakibatkan rekan-rekan sekalian mengalami pelanggaran atau bahkan hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (pm)