HUKUM & KRIMINAL

Palangka Raya – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan di kawasan objek vital, personel Satpamobvit Polresta Palangka Raya melaksanakan kegiatan pengamanan di sejumlah kantor perbankan guna memastikan aktivitas masyarakat berlangsung aman dan tertib.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan pemantauan area layanan nasabah, pengawasan mesin ATM, serta pemeriksaan situasi di sekitar lingkungan bank untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas maupun tindak kriminalitas.

“Pengamanan di sektor perbankan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat saat bertransaksi,” terang Kasatpamobvit AKP Suranto mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., Senin (27/7/2026).

Selain melakukan penjagaan, personel juga berkoordinasi dengan petugas keamanan internal guna memastikan sistem pengamanan berjalan optimal dan respons cepat dapat dilakukan apabila terjadi situasi darurat.

Kehadiran personel kepolisian di lingkungan perbankan diharapkan mampu menumbuhkan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan keamanan yang diberikan.
(dk_reborn168)

Palangka Raya – Bhabinkamtibmas Kelurahan Kanarakan Polsek Bukit Batu, Aiptu Partogi Sinaga, menyambangi warga untuk menyampaikan edukasi tentang dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).Dalam sambang tersebut, Aiptu Partogi berdialog dengan masyarakat sekaligus mengingatkan bahaya karhutla yang dapat mengganggu kesehatan, merusak lingkungan, serta mengancam aktivitas masyarakat.“Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, kami mengajak warga bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran,” ujar Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafiizh Ramadhan, Senin (27/7/2026).Aiptu Partogi juga mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu karhutla.Edukasi tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Bhabinkamtibmas juga mengajak warga berperan aktif dalam menjaga wilayahnya dari ancaman karhutla.Melalui sambang dan penyampaian edukasi secara langsung, Polsek Bukit Batu terus mengoptimalkan langkah pencegahan karhutla bersama masyarakat agar lingkungan tetap aman dan kondusif. (dk_reborn168) Datangi Warga Kanarakan, Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Batu Jelaskan Efek KarhutlaPalangka Raya – Bhabinkamtibmas Kelurahan Kanarakan Polsek Bukit Batu, Aiptu Partogi Sinaga, menyambangi warga untuk menyampaikan edukasi tentang dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).Dalam sambang tersebut, Aiptu Partogi berdialog dengan masyarakat sekaligus mengingatkan bahaya karhutla yang dapat mengganggu kesehatan, merusak lingkungan, serta mengancam aktivitas masyarakat.“Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, kami mengajak warga bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran,” ujar Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafiizh Ramadhan, Senin (27/7/2026).Aiptu Partogi juga mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu karhutla.Edukasi tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Bhabinkamtibmas juga mengajak warga berperan aktif dalam menjaga wilayahnya dari ancaman karhutla.Melalui sambang dan penyampaian edukasi secara langsung, Polsek Bukit Batu terus mengoptimalkan langkah pencegahan karhutla bersama masyarakat agar lingkungan tetap aman dan kondusif. (dk_reborn168)

Palangka Raya – Langkah sigap dari personel Ditsamapta Polda Kalimantan Tengah melakukan upaya pencegahan api kembali menyala di lahan yang terbakar di Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya.

Petugas melakukan pembasahan lahan di kawasan yang telah terbakar sejak dua hari yang lalu.

“Karena lahan yang terbakar ini merupakan lahan gambut, sehinga personel dengan sigap melakukan pembasahan agar api yang berada di bawah tanah dapat padam dan tidak kembali menyala,” kata Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, melalui Kabid Humas, Kombes Pol Budi Rachmat, Minggu (26/7/2026).

Pembasahan dilakukan menggunakan mesin manual dengan memanfaatkan sumber air yang berada di sekitar lokasi pascakebakaran lahan.

Dia mengungkapkan bahwa respons cepat terhadap pencegahan karhutla merupakan bentuk komitmen pihaknya agar api tidak kembali meluas dan membakar lahan lainnya.

“Saat ini kami menyiagakan personel untuk berjibaku melakukan penanganan karhutla. Tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga memastikan bahwa api tidak muncul lagi,” ungkapnya.

Kombes Pol Budi juga mengimbau seluruh masyarakat serta koorporasi, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampak dari karhutla yakni kabut asap yang dapat menggangu segala jenis aktivitas serta kesehatan masyarakat.

“Kami tentu akan menindak tegas apabila ada masyarakat atau koorporasi yang dengan sengaja membakar lahan dengan alasan apapun,” pungkasnya.

Palangka Raya – Personel Polsek Pahandut bergerak melakukan penanganan setelah ditemukan kembali gumpalan asap dari lahan gambut di Jalan Gustaf Erang Cilik Riwut KM 13, Kecamatan Jekan Raya.

Lahan tersebut sebelumnya telah dilakukan pemadaman sekitar satu pekan lalu.

Hasil pengecekan menunjukkan masih terdapat potensi bara di dalam tanah yang kembali memunculkan asap.

“Kondisi lahan gambut membutuhkan penanganan dan pemantauan secara berkelanjutan karena bara dapat tersimpan di dalam tanah dan kembali memicu titik api.

Karena itu, kami terus melakukan pemadaman hingga benar-benar aman,”ujar Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto, Minggu (26/7/2026).

Personel bersama MPA/BPK Petuk Ketimpun melakukan pemadaman menggunakan mesin pemadam dengan sumber air dari parit di sekitar lokasi.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali merambat melalui semak belukar.

Luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar 1,5 hektare. Mengingat lokasi berada tidak jauh dari kawasan permukiman, petugas juga melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi perluasan kebakaran.

Polsek Pahandut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api sehingga dapat ditangani sedini mungkin.
(dk_reborn168)

Palangka Raya – Upaya pemadaman dengan sigap dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Aman Nusa II Polresta Palangka Raya, Polda Kalteng setelah menerima laporan tentang terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada wilayah hukumnya.

Pemadaman dilakukan pada lokasi karhutla di kawasan Jalan Danau Rangas, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sebagaimana yang disampaikan oleh Kapolresta, Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., Sabtu (25/7/2026) siang.

Kombes Pol. Dedy Supriadi yang turut memantau peristiwa tersebut menjelaskan, pemadaman dilakukan mulai pukul 12.30 WIB oleh para personelnya bersama Ditsamapta Polda Kalteng dan tim pemadam dari Manggala Agni.

“Seluruh personel tersebut bergotong royong melakukan pemadaman manual dengan menggunakan 2 unit mesin pompa air dan alat gebuk api, dengan luas hot spot atau titik panas yang terdeteksi yakni kurang lebih 10 hektare,” jelasnya.

Dedy Supriadi mengungkapkan bahwa respons cepat terhadap terjadinya karhutla merupakan bentuk komitmen Polresta Palangka Raya dalam kesiapsiagaan menghadapi terjadinya karhutla secara cepat dan tepat.

“Setiap informasi yang diterima akan segera kami tindak lanjuti bersama unsur terkait agar kebakaran dapat segera dipadamkan dan tidak meluas, sehingga dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat dapat diminimalisir,” pungkasnya. (pm)

Palangka Raya – Personel Polsek Pahandut bersama tim gabungan melaksanakan pengecekan titik hotspot sekaligus pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Jalan Danau Rangas Ujung, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.

Setelah menerima informasi adanya hotspot, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Di lokasi, personel menemukan lahan terbakar disertai gumpalan asap yang masih keluar dari area gambut.

“Setiap informasi terkait hotspot langsung kami tindak lanjuti bersama instansi terkait. Penanganan cepat dilakukan untuk mencegah api meluas ke area lainnya,” ujar Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto, Sabtu (25/7/2026).

Berdasarkan keterangan warga, kebakaran telah terjadi sekitar dua pekan lalu. Api diduga kembali muncul dari bara di dalam lahan gambut dan kemudian merambat ke semak belukar di sekitarnya.

Tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan mesin pompa dengan memanfaatkan sumber air dari parit dan selokan. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar empat hektare.

Polsek Pahandut bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan hingga dipastikan api benar-benar padam serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
(dk_reborn168)

PULANG PISAU – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalimantan Tengah meninjau Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi kebakaran.

“Kami ingin memastikan seluruh personel dan peralatan siap digunakan. Setiap informasi terkait karhutla harus segera ditindaklanjuti agar kebakaran tidak meluas,” kata Iwan.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda menegaskan seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Karhutla agar selalu sigap merespons setiap laporan maupun titik panas yang terdeteksi di lapangan. Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan meminimalkan dampak kebakaran.

Kapolda juga meminta seluruh personel terus memperkuat koordinasi dan memaksimalkan patroli di wilayah rawan karhutla sehingga setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.

“Saya juga mengingatkan seluruh personel agar selalu mengutamakan keselamatan saat bertugas di lapangan. Penanganan harus dilakukan secara maksimal, tetapi faktor keselamatan tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Kapolda berharap seluruh personel Satgas Karhutla tetap menjaga kesiapsiagaan dan bekerja secara optimal bersama seluruh instansi terkait agar kebakaran di Tumbang Nusa dapat segera dikendalikan serta tidak meluas ke wilayah lain.

PULANG PISAU – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalimantan Tengah meninjau Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi kebakaran.

“Kami ingin memastikan seluruh personel dan peralatan siap digunakan. Setiap informasi terkait karhutla harus segera ditindaklanjuti agar kebakaran tidak meluas,” kata Iwan.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda menegaskan seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Karhutla agar selalu sigap merespons setiap laporan maupun titik panas yang terdeteksi di lapangan. Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan meminimalkan dampak kebakaran.

Kapolda juga meminta seluruh personel terus memperkuat koordinasi dan memaksimalkan patroli di wilayah rawan karhutla sehingga setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.

“Saya juga mengingatkan seluruh personel agar selalu mengutamakan keselamatan saat bertugas di lapangan. Penanganan harus dilakukan secara maksimal, tetapi faktor keselamatan tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Kapolda berharap seluruh personel Satgas Karhutla tetap menjaga kesiapsiagaan dan bekerja secara optimal bersama seluruh instansi terkait agar kebakaran di Tumbang Nusa dapat segera dikendalikan serta tidak meluas ke wilayah lain.

PULANG PISAU – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalimantan Tengah meninjau Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi kebakaran.

“Kami ingin memastikan seluruh personel dan peralatan siap digunakan. Setiap informasi terkait karhutla harus segera ditindaklanjuti agar kebakaran tidak meluas,” kata Iwan.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda menegaskan seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Karhutla agar selalu sigap merespons setiap laporan maupun titik panas yang terdeteksi di lapangan. Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan meminimalkan dampak kebakaran.

Kapolda juga meminta seluruh personel terus memperkuat koordinasi dan memaksimalkan patroli di wilayah rawan karhutla sehingga setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.

“Saya juga mengingatkan seluruh personel agar selalu mengutamakan keselamatan saat bertugas di lapangan. Penanganan harus dilakukan secara maksimal, tetapi faktor keselamatan tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Kapolda berharap seluruh personel Satgas Karhutla tetap menjaga kesiapsiagaan dan bekerja secara optimal bersama seluruh instansi terkait agar kebakaran di Tumbang Nusa dapat segera dikendalikan serta tidak meluas ke wilayah lain.

PALANGKA RAYA – Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, membeberkan kronologi lengkap penyerangan yang menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.
Keterangan tersebut disampaikan Kapolda dalam konferensi pers di Aula Arya Dharma, Mapolda Kalimantan Tengah, Kamis (23/7/2026), di hadapan puluhan jurnalis dari berbagai media.
Menurut Kapolda, insiden bermula ketika tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penindakan terhadap terduga pelaku jaringan narkotika. Saat proses berlangsung, personel kepolisian mendapat perlawanan dari pelaku yang dibantu anggota keluarga dan kelompoknya.
Situasi kemudian berkembang menjadi anarkis setelah satu orang perempuan meneriakkan provokasi dengan menyebut anggota Polri sebagai “perampok” sambil mengacungkan senjata tajam jenis parang. Teriakan tersebut memicu kedatangan massa lain hingga jumlah penyerang semakin banyak.
Irjen Pol Iwan Kurniawan menjelaskan, dalam kondisi yang semakin tidak terkendali, personel memilih mundur demi menghindari jatuhnya korban dari kalangan masyarakat.
“Pertimbangannya, kita menghindari jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban. Jadi anggota kami memutuskan untuk mundur dan tindakan mundurnya dilakukan dengan terjun ke sungai,” ujar Kapolda.
Kapolda mengungkapkan, para personel kemudian berenang sekitar 400 meter hingga mencapai pulau-pulau kecil di tengah sungai. Di lokasi itu mereka sempat berkumpul kembali dan mendapati beberapa anggota mengalami luka.
Namun, penyerangan diduga terus berlanjut. Kelompok pelaku disebut melakukan pengejaran melalui dua jalur, yakni darat dan sungai menggunakan perahu kelotok.
Dalam perkembangan penyidikan, Kapolda menyampaikan bahwa tiga terduga pelaku utama telah diamankan di Kalimantan Timur oleh Bareskrim Polri. Ketiganya sempat diperiksa di Jakarta sebelum diserahkan kepada Polda Kalimantan Tengah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Kenapa kita bisa tahu bahwa itu dilakukan tindakan kekerasan? Karena ada beberapa saksi yang sudah kita amankan. Di situ menerangkan bahwa pada waktu salah satu pelaku kembali ke rumah, dia sempat mengatakan bahwa dia sudah menghabisi anggota Polri itu,” ungkap Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Kapolda menegaskan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Ia juga mengimbau para pelaku yang masih yburon agar segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
( pld )